Laporan Jurnalis: Aquino Ningdana
PEGUBIN, OKSIBIL.id – Dinas Pendidikan Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pegunungan Bintang akan mengirimkan 10 siswa terbaik untuk mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Tahun 2026 ke beberapa provinsi di luar Papua. Program ini dibiayai penuh oleh Pusat Pelayanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Republik Indonesia sebagai bentuk wujud mewujudkan visi “CERDAS” daerah.
Pengiriman siswa berprestasi ke luar daerah bukan merupakan program baru. Sejak dua periode kepemimpinan Bupati Spei Yang Bidana, Pemda Pegubin melalui Dinas Pendidikan telah secara rutin melaksanakan program ini untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda daerah.
Pada Selasa (30/07/2026), pihak dinas menggelar kegiatan pembekalan bagi para siswa terpilih di Ruang Rapat Dinas Pendidikan, yang dihadiri oleh seluruh orang tua siswa dan staf dinas terkait. Sebelumnya, kegiatan pendahuluan juga telah dilakukan pada tanggal 29-30 Juni 2026 di Kalomdol.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. Yumius Taplo, menyampaikan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan baru di luar Papua. “Anak-anak akan menghadapi kondisi yang berbeda dengan di kampung halaman. Kita tekankan pentingnya menjaga kebersihan dan berpakaian sesuai dengan tempat, karena tidak bisa lagi seperti di rumah yang lebih bebas,” jelasnya.
Dr. Yumius juga menekankan pentingnya mematuhi peraturan di sekolah tujuan. “Di sana ada aturan yang harus dipatuhi secara ketat. Jika tidak mengikuti, bisa saja siswa harus keluar dalam waktu singkat. Selain itu, mereka juga harus cermat dalam memilih teman – pilihlah yang bisa mendukung proses belajar dan menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat,” tambahnya.
Mengenai biaya, pihak dinas menjelaskan bahwa semua kebutuhan akan ditanggung melalui Puslapdik. “Uang yang diberikan harus digunakan sesuai dengan kebutuhan utama seperti makan, fotokopi, perlengkapan buku, dan keperluan pendidikan lainnya. Tidak boleh digunakan untuk hal yang tidak perlu atau di luar anggaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Bidang SMA, Lendi Ningdana, menambahkan bahwa siswa juga mendapatkan arahan tentang adaptasi budaya dan penggunaan bahasa yang sopan. “Siswa akan bertemu dengan teman dari berbagai daerah seperti Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jika tidak bisa beradaptasi dengan baik, akan membuat mereka minder. Padahal semua memiliki tujuan yang sama – untuk menimba ilmu, jadi harus bisa bersatu dan saling menghargai perbedaan,” jelasnya.
Lendi juga menyampaikan bahwa para siswa akan mendapatkan perlindungan kesehatan melalui BPJS. “Jika ada siswa yang sakit, tidak perlu pulang karena sudah ditanggung oleh BPJS. Bagi yang mengalami kesulitan dalam belajar, bisa langsung menghubungi pendamping atau meminta bantuan guru tutor. Jangan takut untuk bertanya meskipun ada kesulitan dalam menyampaikan maksud,” pungkasnya.
Sebelum berangkat, para siswa diingatkan untuk membawa perlengkapan yang diperlukan dan selalu menjaga komunikasi erat dengan orang tua serta pihak Dinas Pendidikan Pegunungan Bintang. (*)










