SMA N 1 Tiom Mengelar Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru

- Editorial Team

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiom, Sekolah Menega Pertama SMA N 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya mengelar pengenalan lingkungan bagi siswa – siswi baru angkatan 2026.

Kegiatan terima anggota siswa baru ini akan berjalan sejak tanggal, 14 – 16 merupakan puncak penutupan kegiatan penerimaan tersebut, dalam program penerimaan anggota siswa baru ini ada beberapa materi yang akan diisi oleh beberapa unsur yaitu dari Dinas P dan P, Dinas Kesehatan, gereja, polisi dan profil sekolah SMA N 1 Tiom.

Kegiatan penerimaan siswa baru dimulai hari ini dengan pembukaan dan materi pertama disampaikan oleh pimpinan gereja Pdt. Beribus Tabuni dengan topik. Remaja yang berkarakter takut akan Tuhan.

Gembala mengajak anak muda mudi sekarang dalam studi jangan melupakan Tuhan tetapi nomor satukan Tuhan dalam studi sebab kunci keberhasilan ada di dalam Tuhan ketika kita diluar Tuhan maka hidup akan jadi sia – sia sebab itu mendekatkan diri pada pelayanan Tuhan supaya kita menjadi orang sukses di kemudian hari.

Sepi Wanimbo, sebagai kepala seksi kurikulum SMA/SMK pada Dinas P dan P Kabupaten Lanny Jaya menyampaikan, edukasi pada siswa – siswi dengan tema “Peran strategis pendidikan dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter.”

Undang – undang Nomor, 20 tahun 2013 menjelaskan tentang pendidikan ada tiga bagian yaitu pendidikan Formal, Nonformal dan Informal sehingga tiga bagian pendidikan ini bagi generasi muda – mudi tentu belajar dengan teliti, fokus dan serius untuk mengajar cita – cita masa depan penuh dengan harapan.

Pendidikan sebagai napas, fondasi bagi gereja dan bangsa sehingga generasi penerus tidak hanya belajar di ruang tertutup tetapi sangat bisa belajar itu dimana – mana artinya kita bisa belajar di rumah, diluar rumah atau kapan saja sebab apa yang kita melihat, mendengar, kita membaca, menulis itu semua bagian dari proses belajar.

Sumber ilmu itu ada pada moyang atau orang tua yang ada di setiap honai disana sehingga belajar nilai – nilai sejarah, bahasa, budaya pada mereka untuk masa depan yang baik sebab nilai kejujuran, kedamaian, keadilan dan nilai kasih sudah dapat terdidik baik saat ada bersama ayah dan ibu maka kedepan kemampuan akan bertumbuh dengan baik.

Ketika pendidikan dasar dibangun saat ada bersama ayah dan ibu di honai secara baik maka pertumbuhan iman rohaninya gereja akan berkembang secara baik dan akan mempunyai kuakilas rohaninya tinggi setiap generasi yang setia pada pelayanan Tuhan di gereja dimana kita berada.

Bapa dan ibu guru mereka akan setia melayani, mendidik memotivasi bagi generasi muda sehingga setiap siswa – siswi belajar taat, jujur, rajin di sekolah maupun di rumah karena kesetiaan menjadi modal bagi setiap pejuang yang ingin merai impian penuh cemerlan.

Bagi generasi muda membiasakan diri waktu – waktu kosong banyak membaca buku dan membiasakan diri berdiskusi dengan apa yang sudah belajar diruang kelas tetapi juga belajar mengujungi di perpustakaan buku. Saya meliat hampir seluruh tanah Papua ini sangat kekurangan buku bacaan oleh sebab itu bagi pimpinan sekolah jika ada waktu mendapat boleh datangkan buku – buku kontekstual Papua biarlah bagi muda – mudi mereka mempunyai wawasan luas dan mengenali diri sebagai anak Lani Papua.

Bagi wanita buku jadikan pacar pertama sebaliknya bagi pria buku jadikan pacar pertama dalam hidup sebab buku akan membentuk moral, integritas dan akan mengenali diri lalu mengetahui seisi dunia. Tetapi juga dengan bacaan buku wawasan akan terbuka dan banyak hal yang akan tahu dari bacaan buku.

Kegiatan pengenalan lingkungan ini kami melihat sekolah lain hanya menerima siswa – siswi saja tetapi bagi SMA N 1 Tiom menjadi contoh karena dalam penerimaan anggota siswa baru membekali dengan materi – materi penguatan kapasiswa sangat luar biasa karena itu harap sekolah lain dari Beam – Kwiyawagi bisa seragamkan demi wujudkan Lanny Jaya Cerdas.

Setiap proses belajar mengajar tentu ada literasi sekolah yaitu mengisi dengan pelatihan – pelatihan membaca yang baik, menulis yang baik secara struktur tidak hanya itu tetapi belajar lainnya juga sesuai kebutuhan dan kontekstual anak muda Lani Papua.

“Saya tidak hanya hadir sampaikan materi dalam momentum ini tetapi saya sebagai anak daerah salah satu alumni sekolah ini merasa bersyukur pada guru – guru yang telah mendidik saja dengan teman – teman sehingga hari ini saya ada karena itu menjadi beban moril, intelektual, kemampual ilmu yang saya dapatkan sudah merekam, mendokumentasikan melalui karya tulis berjudul. Kebudayaan suku Lani. Karya buku ini saya persembahkan untuk ade – ade generasi penerus mereka pakai belajar demi kemajuan pendidikan untuk masa depan.

Selain buku kebudayaan suku Lani ada dua karya yang ditulis oleh Socratez Sofyan Yoman, berjudul, Mengapa mereka ditolak dari tanah leluhurnya? Dan Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua. Harapan ketika buku yang kami sebagai anak putra Lani telah sumbangkan untuk kemajuan pendidikan Lani sesuai Visi dan Misi bupati dan Wakil yaitu Lanny Jaya Cerdas, Lanny Jaya Mandiri dan Lanny Jaya Sehat.

Wujudkan Lanny Jaya Cerdas, Mandiri dan sehat ini kita tidak bisa hanya dengan kata – kata tetapi ini kita wujudkan nyata dengan tindakan biarlah kemajuan diberbagai bidang bisa berjalan dengan baik terutama kemajuan pembangunan manusia Lani di Tanah Papua.

Karya buku yang ditulis oleh anak Lani saat ini sedang pakai mengajar masuk materi muatan lokal di beberapa kabupaten tetapi juga pakai sebagai salah satu referensi di setiap perguruan tinggi di tanah ini sehingga buku yang kami sumbangkan tentang bahasa dan budaya boleh saja pakai mengajar karena undang – undang kemendikbud nomor 79 tahun 2024 itu sangat jelas maka implementasinya diterapkan saja sambil kita berjuan payung hukum.

Setiap pimpinan sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK membiasakan diri melakukan pengadaan buku – buku bacaan kontekstual Papua lalu taru di setiap perpustakaan sekolah untuk generasi muda sedang ada di bangku studi pakai belajar karena buku – buku yang ditulis oleh anak Lani Papua sangat muda memahami dengan bahasa Indonesia yang sederhana.

“Saya salah satu alumni mengajak senior, junior alumni kita bersatu hati memberikan sumbangsi intelektual kita untuk mendukung kemajuan pendidikan bagi adik – adik yang sedang belajar untuk masa depan gereja dan bangsa di tanah Papua.

Kepala sekolah SMA N 1 Tiom Denny Wenda sampaikan terima kasih atas penyampaian materi dan sumbangsi buku karya anak muda Lani. Buku yang telah disumbangkan akan kami terus mendorong dalam ajaran tahun baru untuk pakai belajar pada siswa – siswi masuk materi muatan lokal (mulok).

Ketua panitia pengenalan lingkungan sekolah Kilaus Wenda, kegiatan ini dimulai dari sekarang hingga selesai pada kamis oleh sebab itu kami meminta dukungan Doa dari semua pihak biarlah kegiatan pembekalan siswa – siswi baru bisa berjalan dengan baik.

Harapan melalui materi – materi yang sudah dapat dan akan dapat dari narasumber lain benar – benar bekal dalam atudi tetapi juga menjadi pedoman dalam mengejar cita – cita untuk masa depan bagi generasi penerus tulan pungkung keluarga, gereja dan bangsa di tanah Papua yang diberkati Tuhan. Tiom, 14 Juli 2026. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan
Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol
Presiden Prabowo Harus Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil
Dinas Pendidikan Pegubin Siap Kirim 10 Siswa Ikut Program Afirmasi ke Luar Papua
Kabupaten Yahukimo Terus Memakan Korban Jiwa dari Berbagai Pihak
RD. Yulius Dainang Waja Kukuhkan Pengurus DPC WKRI Roh Kudus Mabilabol Periode 2025-2028
Pemerintah Harus Berlaku Adil Soal Tenaga Kerja Di Dua Daerah Terdampak KKT Dan MBD
Bang Mula Tegaskan: KAPMI Bukan Sekadar Wacana, Tapi Buka Lapangan Kerja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:48 WIT

SMA N 1 Tiom Mengelar Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:53 WIT

Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 14:47 WIT

Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:53 WIT

Dinas Pendidikan Pegubin Siap Kirim 10 Siswa Ikut Program Afirmasi ke Luar Papua

Kamis, 30 April 2026 - 08:47 WIT

Kabupaten Yahukimo Terus Memakan Korban Jiwa dari Berbagai Pihak

Sabtu, 25 April 2026 - 13:18 WIT

RD. Yulius Dainang Waja Kukuhkan Pengurus DPC WKRI Roh Kudus Mabilabol Periode 2025-2028

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIT

Pemerintah Harus Berlaku Adil Soal Tenaga Kerja Di Dua Daerah Terdampak KKT Dan MBD

Jumat, 17 April 2026 - 09:27 WIT

Bang Mula Tegaskan: KAPMI Bukan Sekadar Wacana, Tapi Buka Lapangan Kerja

Berita Terbaru