Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

- Editorial Team

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sonni Lokobal
Ketua Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan

Dalam kepemimpinan pemerintahan, kecerdasan intelektual tidak boleh berjalan tanpa kecerdasan sosial. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memahami data, regulasi, dan konsep pembangunan, tetapi juga wajib memahami perasaan, kebutuhan, pengalaman, serta suara masyarakat yang dipimpinnya.

Saya melihat ada gejala yang perlu menjadi perhatian dalam kepemimpinan pemerintahan hari ini: kesombongan intelektual atau dalam istilah akademik dapat dikaitkan dengan epistemic arrogance—kecenderungan merasa bahwa pengetahuan, cara pandang, atau keputusan sendiri paling benar sehingga pandangan masyarakat, bawahan, maupun pihak lain kurang dianggap penting.

Dalam konteks tertentu, gejala ini bahkan sering digambarkan dengan istilah “God Complex”, yaitu sikap psikologis ketika seseorang merasa memiliki otoritas atau kebenaran yang seolah-olah berada di atas kritik. Namun istilah tersebut harus digunakan secara hati-hati. Kritik terhadap pola kepemimpinan tidak boleh berubah menjadi diagnosis terhadap pribadi seseorang.

Pemerintahan pada dasarnya adalah hubungan sosial. Kekuasaan diberikan bukan untuk menciptakan jarak antara pemimpin dan rakyat, melainkan untuk membangun kepercayaan. Karena itu, pemimpin harus mampu mendengar sebelum memutuskan, berdialog sebelum mengambil kebijakan, dan membuka ruang koreksi ketika kebijakan belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Papua Pegunungan, prinsip ini menjadi semakin penting. Masyarakat memiliki struktur sosial, adat, agama, sejarah, dan pengalaman hidup yang tidak selalu dapat dibaca hanya melalui angka-angka dalam dokumen pemerintahan. Data memang penting, tetapi data tanpa konteks sosial dapat menghasilkan kebijakan yang benar secara administratif tetapi belum tentu dirasakan benar oleh masyarakat.

Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang tidak pernah dikritik. Justru kekuatan kepemimpinan terlihat dari kemampuan menerima kritik tanpa merasa kehilangan kewibawaan. Kritik publik bukan ancaman terhadap pemerintah kritik adalah mekanisme sosial untuk mengoreksi kekuasaan agar tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.

Karena itu, pemerintahan Papua Pegunungan membutuhkan kepemimpinan yang menggabungkan intelektualitas, kerendahan hati, kecerdasan sosial, dan keberanian untuk mendengar. Jangan sampai pengetahuan menjadi tembok yang memisahkan pemerintah dari rakyat.

Sebab pada akhirnya, pemerintah bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tetapi siapa yang paling mampu memahami dan melayani mereka yang dipimpinnya.

Selamat malam salam sehat untuk kita semua wa wa wa 🙏🏽
Wamena Leyowa. 24 September 2026

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ini Strategi Pengembangan SDM Olahraga di Bidang Basket Ala Spei Yan Bidana
Mesak Habari: Jangan Hanya Kejar Bawahan, KPK Harus Berani Tetapkan Nusron Tersangka
Pimpin Rapat di Kubu Raya, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat
Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan
Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan
Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol
Presiden Prabowo Harus Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:46 WIT

Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Kamis, 24 September 2026 - 08:50 WIT

Ini Strategi Pengembangan SDM Olahraga di Bidang Basket Ala Spei Yan Bidana

Senin, 7 September 2026 - 04:14 WIT

Mesak Habari: Jangan Hanya Kejar Bawahan, KPK Harus Berani Tetapkan Nusron Tersangka

Sabtu, 5 September 2026 - 18:15 WIT

Pimpin Rapat di Kubu Raya, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat

Jumat, 4 September 2026 - 13:18 WIT

Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:56 WIT

Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:53 WIT

Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 14:47 WIT

Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol

Berita Terbaru

Daerah

Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:46 WIT

Anak Gunung Krakatau. (foto-net)

Jakarta

Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 Sep 2026 - 06:50 WIT