Mesak Habari: Jangan Hanya Kejar Bawahan, KPK Harus Berani Tetapkan Nusron Tersangka

- Editorial Team

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi tak boleh berlindung di balik kata menelaah. Di depan KPK ada fakta persidangan tentang dugaan aliran US$`400 ribu yang dikaitkan dengan Pansus Haji DPR 2024. Nama Nusron Wahid ikut disebut

Ketua Umum Angkatan Muda Prabowo sekaligus Wakil Komandan TKN-FANTA, Mesak Habari, mendesak KPK berhenti bersikap ragu-ragu.

“KPK jangan menye-menye. Kalau fakta persidangan, alat bukti dan konstruksi perkaranya cukup, tetapkan tersangka. Jangan tunggu gaduh politik baru bergerak,” kata Mesak.

Menurut Mesak, perkara kuota haji bukan sekadar soal angka dalam laporan keuangan. Ini menyangkut hak publik.

Jika uang puluhan miliar rupiah disebut bergerak di sekitar proses yang melibatkan lembaga negara, KPK wajib mengejar siapa yang meminta, siapa yang menyerahkan, siapa yang menerima dan untuk kepentingan apa.

“Jangan hanya berani kepada operator lapangan. Jangan hanya menangkap mereka yang tidak punya kuasa. Kalau korupsi berhenti di tangan orang kecil sementara aktor politiknya aman, itu bukan pemberantasan korupsi. Itu seleksi kelas dalam penegakan hukum,” kata Wakil Komandan TKN-FANTA

Dalam persidangan, terdakwa Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex menyebut penyerahan US`$400 ribu melalui seseorang bernama Erik berkaitan dengan permintaan Zainal Abidin, yang disebut sebagai teman Nusron Wahid. KPK menyatakan keterangan yang muncul di persidangan akan dianalisis untuk melihat konstruksi perkara secara utuh.

“KPK bukan lembaga untuk mengoleksi keterangan. KPK adalah lembaga penegak hukum. Fakta harus diikuti dengan tindakan hukum.”tegas Mesak

Ia meminta penyidik membuka seluruh rantai transaksi dan memeriksa semua pihak yang disebut dalam persidangan.

“Kalau Nusron tidak terlibat, buktikan. Kalau terlibat dan alat buktinya cukup, proses. Jangan ada kasta dalam hukum, jangan ada pejabat yang diperlakukan lebih lunak hanya karena punya jabatan, jaringan politik atau kedekatan dengan kekuasaan.”

“Kuota haji adalah hak rakyat, bukan komoditas politik. Ketika kewenangan negara diperdagangkan, yang dirampok bukan cuma uang negara. Yang dirampok adalah kepercayaan rakyat terhadap negara.”

Olehnya itu, KPK harus membuktikan bahwa hukum tidak bekerja berdasarkan siapa yang kuat dan siapa yang lemah.

Jangan tebang pilih, jangan takut kepada kekuasaan. Telusuri uangnya, bongkar jaringannya, tetapkan tersangkanya jika bukti cukup. Rakyat sudah terlalu lama melihat hukum keras kepada yang lemah dan lunak kepada yang berkuasa.” tutup Ketua Umum Angkatan Muda Prabowo (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pimpin Rapat di Kubu Raya, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat
Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan
Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan
Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol
Presiden Prabowo Harus Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil
Dinas Pendidikan Pegubin Siap Kirim 10 Siswa Ikut Program Afirmasi ke Luar Papua
Kabupaten Yahukimo Terus Memakan Korban Jiwa dari Berbagai Pihak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 04:14 WIT

Mesak Habari: Jangan Hanya Kejar Bawahan, KPK Harus Berani Tetapkan Nusron Tersangka

Jumat, 4 September 2026 - 13:18 WIT

Tangani Karhutla Jambi, Pemerintah Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:56 WIT

Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:53 WIT

Songsong HUT RI Ke-81, 53 Kampung di Distrik Kiwirok Gelar Turnamen Bola dan Voli – Bupati: Kembalikan Keamanan, Bangun Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 14:47 WIT

Bupati Spei Yan Bidana Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip dan Launching Kurikulum Ap Iwol

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:13 WIT

Presiden Prabowo Harus Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Keamanan di Papua demi Perlindungan Masyarakat Sipil

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:53 WIT

Dinas Pendidikan Pegubin Siap Kirim 10 Siswa Ikut Program Afirmasi ke Luar Papua

Kamis, 30 April 2026 - 08:47 WIT

Kabupaten Yahukimo Terus Memakan Korban Jiwa dari Berbagai Pihak

Berita Terbaru

Anak Gunung Krakatau. (foto-net)

Jakarta

Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 Sep 2026 - 06:50 WIT