Laporan Jurnalis: Aquino Ningdana
Oksibil, BP.COM – Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) Kabupaten Pegunungan Bintang resmi dibentuk, menjadikannya kabupaten kedua di Provinsi Papua Pegunungan yang memiliki wadah khusus untuk pengembangan sepak bola wanita setelah Kabupaten Tolikara. Pembentukan organisasi ini diperingati dengan penyelenggaraan turnamen ASBWI Pegunungan Bintang Cup I 2026 yang diikuti sebanyak 29 tim sepak bola putra dan putri dari berbagai distrik, digelar di Lapangan Sepak Bola Abikbor, Oksibil, pada Jumat sore (24/04/2026).
Turnamen perdana ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga wadah seleksi bakat sepak bola putra dan putri di daerah Pegunungan Bintang untuk melangkah ke panggung yang lebih luas.
Pembukaan turnamen diisi dengan tendangan bola pertama oleh Asisten II Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, Nicolaus Uropmabin, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembinaan sepak bola putra putri bumi Ok-Mek-Min.
“Sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, ini adalah babak baru bagi Pegunungan Bintang. Kita berikan panggung yang layak bagi anak-anak putri kita. Semoga dari lapangan Abikbor ini lahir pemain yang mampu membela Papua Pegunungan bahkan tim nasional Indonesia,” ujarnya di depan ratusan peserta dan tamu undangan yang hadir.
Acara pembukaan diisi dengan hiburan dari keluarga GJR-FAMILY, dilanjutkan doa yang dipimpin Pdt. Alfons Yeimo, M.Pd., M.Th. Turut hadir jajaran OPD, perwakilan TNI/Polri, pengurus PSSI, KONI, KNPI, serta kepala distrik dari seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.
Inisiatif pembentukan ASBWI digagas Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pegunungan Bintang, Merukol Kalakmabin, S.IP., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ASBWI Pegunungan Bintang. Ia menjelaskan bahwa nama ASBWI dipilih bukan “Glanita” karena ingin merangkul seluruh daerah.
“Kita pilih nama ASBWI untuk merangkul seluruh daerah, bukan hanya satu kelompok. Selain itu, kita juga bentuk Satuan Pembinaan Wanita (SPW) khusus bagi kaum perempuan dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga yang memiliki minat dan bakat sepak bola,” jelasnya.
ASBWI dan SPW berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan memiliki dasar hukum resmi dari PSSI Provinsi Papua Pegunungan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan rekrutmen dan pencarian bakat di seluruh wilayah Pegunungan Bintang dengan pusat kegiatan di Oksibil. Proses seleksi melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama untuk merekomendasikan bakat unggul.
“Hasil seleksi tingkat kabupaten akan menghasilkan tim utama yang akan mewakili Pegunungan Bintang pada Seleksi Daerah Tingkat Provinsi Papua Pegunungan Oktober 2026 mendatang. Setelah itu, tim terbaik provinsi akan berpartisipasi dalam ajang nasional pada bulan November 2026,” tambahnya.
Merukol mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung perjalanan ASBWI dan SPW, baik melalui doa, dukungan, maupun bantuan sarana prasarana agar sepak bola wanita di Pegunungan Bintang terus berkembang dan bersaing di kancah yang lebih luas.
Turnamen ASBWI-Cup I 2026 akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di Lapangan Abikbor. Selain memperebutkan gelar juara, ajang ini menjadi tahap awal untuk membentuk tim sepak bola putri Kabupaten Pegunungan Bintang yang siap bersaing. (Amalia Bamulki/An)










