Bidang Kesehatan Hewan Gelar Pengawasan Peredaran Hewan Dan Produk Hewan Di Oksibil

- Editorial Team

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan, Libertus Uropmabin, SH

Plt Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan, Libertus Uropmabin, SH

Laporan Jurnalis: Aquino Ningdana

[OKSIBIL ] -Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan Kabupaten Pegunungan Bintang melaksanakan kegiatan pengawasan peredaran hewan dan produk hewan di berbagai kios penjual hewan serta produk olahannya di wilayah Oksibil, pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dari risiko yang ditimbulkan oleh produk hewan yang tidak memenuhi standar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan, Libertus Uropmabin, SH., menegaskan bahwa pengawasan rutin terhadap peredaran hewan dan produknya merupakan hal yang krusial. Menurutnya, keamanan produk hewan yang beredar di pasar memiliki kaitan langsung dengan kesehatan warga Pegunungan Bintang.

“Kami tidak bisa menurunkan kewaspadaan. Pengawasan ini dilakukan agar setiap produk hewan yang diperjualbelikan di masyarakat benar-benar aman, bersih, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak dinas akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan standar keamanan dan kebersihan tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Delfiana Vriska Aritonang, menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan tersebut mencakup serangkaian pemeriksaan menyeluruh.

Tim pelaksana melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik hewan yang diperjualbelikan, serta kualitas produk olahan hewan yang tersedia di kios-kios. Tidak hanya itu, tim juga mengevaluasi prosedur penanganan dan sistem penyimpanan yang digunakan oleh para pedagang.

“Kami memeriksa apakah cara penanganan dan penyimpanan sudah sesuai prosedur. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun penyebaran penyakit yang bisa menular melalui produk pangan asal hewan,” jelas Delfiana.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Delfiana Vriska Aritonang

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pedagang daging ayam di Oksibil, Mas Triyono, menyatakan dukungannya terhadap program pengawasan ini dan menyampaikan komitmennya untuk hanya menjual produk yang aman dan berkualitas. Ia menjelaskan bahwa seluruh pasokan daging yang dijualnya telah melalui proses pengujian yang ketat sebelum sampai ke tangan konsumen.

“Semua daging yang kami dapatkan dikirim dari Jayapura melalui rute Tanah Merah ke Oksibil. Sebelum didistribusikan, semuanya sudah melewati proses karantina dan pemeriksaan sesuai standar yang ditetapkan. Jadi, ketika sampai di kios kami, produk tersebut sudah dipastikan bebas dari bahaya dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pedagang daging ayam di Oksibil, Mas Triyono

Kegiatan pengawasan ini dihadiri langsung oleh rombongan yang dipimpin oleh Plt Kepala Dinas, didampingi oleh tenaga profesional di bidang kesehatan hewan termasuk dokter hewan. Tim turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi hewan pedaging yang dijual serta menilai tingkat sanitasi dan kebersihan tempat usaha.

Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak dinas memberikan penegasan dan arahan kepada seluruh pelaku usaha yang terlibat. Mereka diimbau untuk selalu mematuhi peraturan yang ada, dengan hanya memasarkan produk hewan yang telah melalui tahap pemeriksaan dan pengawasan yang tepat.

Langkah ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kualitas produk yang diberikan kepada seluruh pelanggan di wilayah Oksibil.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Harus Berlaku Adil Soal Tenaga Kerja Di Dua Daerah Terdampak KKT Dan MBD
Bang Mula Tegaskan: KAPMI Bukan Sekadar Wacana, Tapi Buka Lapangan Kerja
Dinsos Pegubin Serahkan Sembako ke Masyarakat Fakir Miskin di Distrik Serambakon, Warga: “Ini Hal Baru Bagi Kami
Birokrasi Jari Telunjuk: Koneksi atau Korporasi?
Dinas DP3AKB Pegubin Hadirkan Ratusan Siswa-siswi SMP,SMA dan Berikan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Penyakit Bebas
Gerak Cepat TNI dan Polri Atasi Warga Yang Mengungsi
Hironimus Setamanki Harapkan Pentingnya Masyarakat Ketahui Resiko Bencana dan Potensi Tanah Longsor
Petani Kopi Distrik Kiwirok Butuh Bantuan Pemerintah
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:57 WIT

Bidang Kesehatan Hewan Gelar Pengawasan Peredaran Hewan Dan Produk Hewan Di Oksibil

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIT

Pemerintah Harus Berlaku Adil Soal Tenaga Kerja Di Dua Daerah Terdampak KKT Dan MBD

Jumat, 17 April 2026 - 09:27 WIT

Bang Mula Tegaskan: KAPMI Bukan Sekadar Wacana, Tapi Buka Lapangan Kerja

Jumat, 17 April 2026 - 09:06 WIT

Dinsos Pegubin Serahkan Sembako ke Masyarakat Fakir Miskin di Distrik Serambakon, Warga: “Ini Hal Baru Bagi Kami

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:44 WIT

Birokrasi Jari Telunjuk: Koneksi atau Korporasi?

Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:05 WIT

Dinas DP3AKB Pegubin Hadirkan Ratusan Siswa-siswi SMP,SMA dan Berikan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Penyakit Bebas

Rabu, 8 Oktober 2025 - 05:38 WIT

Gerak Cepat TNI dan Polri Atasi Warga Yang Mengungsi

Kamis, 18 September 2025 - 14:17 WIT

Hironimus Setamanki Harapkan Pentingnya Masyarakat Ketahui Resiko Bencana dan Potensi Tanah Longsor

Berita Terbaru