JAKARTA – Yayasan Suara Timur Indonesia memberi atensi khusus soal Papua yang belakangan ini makin memprihatinkan dengan makin terjadinya aksi-aksi pembunuhan yang sadis tidak saja kepada warga sipil, melainkan juga anak-anak usia sekolah. Menurut Lembaga ini, sudah saatnya Presiden Prabowo ambil sikap, Komnas HAM dan Dewan HAM PBB termasuk pemimpin umat Katolik Paus Leo untuk menyikapi masalah ini.
“Yang terjadi sekarang adalah Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang mengunjungi sejumlah korban penembakan di RSUD Mulia, Puncak Jaya. Beliau Elvis Tabuni sebagai pemimpin di daerah itu tak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi warganya yang masih balita dan anak-anak berbaring di rumah sakit akibat luka tembak”, kata Martinho de Sola selaku Ketua Yayasan Suara Timur Indonesia dan Sekretaris Freni Lutruntuhluy kepada media di Jakarta pada jumat, (24/04).
Berdasarkan laporan terbaru per April 2026, konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mengakibatkan setidaknya 15 orang warga sipil meninggal dunia dan 7 orang lainnya luka-luka. Korban dilaporkan melibatkan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.

Yayasan STI menjelaskan Rincian Korban dan Situasi, berdasarkan taporan masyarakat menyebutkan 15 orang tewas, sementara beberapa laporan awal menyebutkan 12 korban. Sementara itu, Korban Luka Sebanyak 7 orang dilaporkan terluka dalam insiden baku tembak antara TNI dan TPNPB-OPM dengan Lokasi dan Situasi di wilayah Kabupaten Puncak yang menyebabkan penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Kondisi Korban saat ini dilaporkan sedang dalam perawatan intensif, termasuk anak-anak.
Sementara itu, data terkini bahwa situasi di lapangan masih menunjukkan ketegangan tinggi dengan saling tuding antara TNI dan TPNPB-OPM terkait penyebab kontak tembak.
“Atas situasi ini, kami dari Yayasan Suara Timur Indonesia mendesak pertama, menyatakan dukacinta yang mendalam atas kematian tragis anak-anak manusia citra Allah yang telah ditembak dan diinjak-injak Harkat dan Martabatnya di Papua Tengah. Kami doakan Korban yang meninggal bahagia Abadi di Rumah Bapa di Surga. Kedua, mendesak Komnas HAM RI segera melakukan Penyelidikan secara Independen dan berintegritas terkait Dugaan Kuat Pelanggaran Ham Berat di Provinsi Papua Tengah”, kata Ketua STI, Martinho de Sola.
Sementara itu, Sekretaris Suara Timur Indonesia, Freni Lutrun menegaskan jika Komnas Ham tidak berani maka akan segera mendesak Dewan Ham PBB melakukan pemantauan dan penyelidikan Dugaan Kuat Pelanggaran Ham Berat ke Provinsi Papua Tengah, dan point Ketiga, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri dan Panglima TNI. Keempat, mendesak Paus Leo XIV untuk menyuarakan dan membela rakyat Papua Korban Pelanggaran Ham di fora internasional serta mengadakan pemantauan dan kunjungan kembali ke Papua seperti sebelum menjadi Paus. “If you want PEACE,work for JUSTICE!”. (team)










