Soal Pemblokiran Rekening, Direktur CELIOS Sebut Kebijakan PPATK Rugikan Masyarakat

- Editorial Team

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. (foto-ist)

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. (foto-ist)

JAKARTA, OKSIBIL.id – Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk membatalkan kebijakan pemblokiran rekening yang tidak aktif atau dormant.

Hal ini ditegaskan Nailul Huda Melalui surat terbuka, bahwa kebijakan PPATK tak hanya melanggar hak-hak konsumen, tetapi juga dinilai sebagai langkah yang tidak tepat sasaran.

“Kebijakan ini merugikan masyarakat dan menyalahi hak konsumen,” tegas Huda kepada awak media di Jakarta, pada Kamis 31 Juli 2025.

Menurutnya, pemblokiran atau penutupan rekening harus mendapatkan persetujuan dari pemiliknya, PPATK juga tidak memiliki kewenangan penuh untuk memblokir rekening, meskipun UU P2SK memperbolehkan OJK melakukannya jika ada indikasi transaksi mencurigakan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai PPATK salah sasaran dan mengabaikan hak warga, kebijakan tersebut menunjukkan pola pikir yang menyesatkan.

Ia menyoroti bahwa rekening yang tidak aktif belum tentu digunakan untuk hal negatif.

“Bisa saja karena ter-PHK, atau tidak ada pemasukan, akhirnya rekeningnya tidak ada transaksi,” ujarnya.

Contoh lainnya adalah masyarakat di pedesaan yang jarang bertransaksi. Huda menyebut anggapan bahwa setiap rekening harus bertransaksi setiap tiga bulan sekali sebagai pola pikir sesat.

Tak hanya itu, Huda uga mengungkapkan adanya biaya, baik langsung maupun tidak langsung, yang harus ditanggung masyarakat. Biaya langsung berupa biaya transportasi dan waktu untuk mengurus pembukaan rekening kembali.

“Apakah PPATK atau perbankan mau menanggung dengan memberikan kompensasi,” tanyanya.

Dikatakan Huda, sementara biaya tidak langsung adalah tertundanya perputaran uang yang seharusnya bisa menggerakkan perekonomian.

Lebih lanjut, Huda menilai kebijakan ini salah sasaran. Ia berpendapat, penyalahgunaan rekening justru lebih sering terjadi pada rekening yang aktif, bukan yang pasif.

“Yang pasif (tidak tersangkut penyalahgunaan) dibekukan, justru yang aktif (bisa tersangkut penyalahgunaan) dibiarkan,” kata Huda.

Ia menambahkan, jika kekhawatiran adalah adanya jual beli rekening, seharusnya yang diberantas adalah mafianya, bukan rekeningnya.

Usul Penggunaan Payment ID dan Kewenangan PPATK Dipertanyakan
Huda juga menyoroti kewenangan PPATK. Ia menjelaskan, berdasarkan UU No. 8 tahun 2010, perintah pemblokiran hanya dimiliki oleh penyidik, penuntut umum, dan hakim.

“Pertanyaannya adalah apakah PPATK termasuk salah satunya,” ucapnya. Ia menyarankan agar PPATK menggunakan data dari Payment ID yang akan diluncurkan untuk membuktikan dugaan penyimpangan, sebelum mengambil langkah pemblokiran.

“Rekening itu hak nasabah sebagai konsumen, bukan hak dari PPATK,” pungkas Huda, seraya menegaskan bahwa pemblokiran rekening ini harus segera dicabut karena hanya merugikan masyarakat. (Humas/mitra/msinews.com)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Inflasi Indonesia 3,19 Persen, Mendagri Minta Pemda Atensi Sejumlah Kenaikan Harga Komoditas Pangan
Menaker: 60 Persen Angkatan Kerja Bekerja di Sektor Informal, Perlindungan Hari Tua Jadi Perhatian
Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan
Ketua DPW PPP Papua Tengah Kecewa Sikap Sekjen PPP Tidak taat Hasil Muktamar
Banyak Yang Tanya Apakah Indonesia Dalam Keadaan Krisis Ekonomi, Ini Pejelasannya
Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Merayakan Dharma Santi 2026, 17 April 2026
Okmin United Resmi Hadir Siap Ikut Perkuat Persigubin
Tiga Putera MBD Temui SKK Migas Minta Keadilan Terhadap Masyarakat MBD Soal Migas Masela
Berita ini 36 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 03:41 WIT

Inflasi Indonesia 3,19 Persen, Mendagri Minta Pemda Atensi Sejumlah Kenaikan Harga Komoditas Pangan

Senin, 7 September 2026 - 04:24 WIT

Menaker: 60 Persen Angkatan Kerja Bekerja di Sektor Informal, Perlindungan Hari Tua Jadi Perhatian

Senin, 7 September 2026 - 03:34 WIT

Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan

Minggu, 19 April 2026 - 00:27 WIT

Ketua DPW PPP Papua Tengah Kecewa Sikap Sekjen PPP Tidak taat Hasil Muktamar

Sabtu, 18 April 2026 - 00:03 WIT

Banyak Yang Tanya Apakah Indonesia Dalam Keadaan Krisis Ekonomi, Ini Pejelasannya

Jumat, 17 April 2026 - 23:31 WIT

Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Merayakan Dharma Santi 2026, 17 April 2026

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:05 WIT

Okmin United Resmi Hadir Siap Ikut Perkuat Persigubin

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:00 WIT

Tiga Putera MBD Temui SKK Migas Minta Keadilan Terhadap Masyarakat MBD Soal Migas Masela

Berita Terbaru

Daerah

Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:46 WIT

Anak Gunung Krakatau. (foto-net)

Jakarta

Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 Sep 2026 - 06:50 WIT