Oksibil.id – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sinergi antarinstansi dengan turut memberikan pelatihan menembak kepada personel Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun, pada Kamis 7 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menjalankan tugas patroli laut dan pengamanan wilayah perairan Indonesia.
Latihan menembak menggunakan Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm dilaksanakan di Perairan Pulau Rukan, Kabupaten Karimun, dengan Kapal Patroli BC 60001 sebagai unsur pelaksana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB pada titik koordinat 0°39’6.822″ N – 103°48’48.2148″ E dan berlangsung aman serta lancar sepanjang hari.
Pelatihan dipimpin oleh Lettu Laut (P) Dodi Kandarzy yang menjabat sebagai Palaksa KAL Pelawan I-4-67 sekaligus Kepala Tim Pelatih (Katim Pelatih).
Sebelum latihan dimulai, peserta mengikuti apel dan pengarahan oleh Kepala PSO Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun di geladak Kapal BC 60001.
Setelah pengarahan, kapal bergerak menuju lokasi latihan sesuai koordinat yang telah ditetapkan.
Setibanya di area latihan, tim pelatih dari Lanal Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) melakukan pemasangan sasaran tembak dan pengarahan teknis.
Latihan menembak SMB 12,7 mm digelar dalam dua sesi. Usai sesi pertama, kegiatan dihentikan sementara untuk istirahat, ibadah, dan makan siang, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua.
Selain senjata berat, peserta juga mendapat kesempatan berlatih menggunakan Senjata Laras Panjang SBC1 Kaliber 222, sebagai bagian dari peningkatan keterampilan penggunaan senjata ringan.
Setelah seluruh sesi latihan selesai, kegiatan diakhiri dengan evaluasi oleh tim pelatih untuk menilai hasil dan capaian masing-masing peserta.
Melalui kegiatan bersama ini, TNI AL dan Bea Cukai berharap dapat memperkuat kerja sama strategis dalam menjaga kedaulatan laut dan meningkatkan efektivitas patroli maritim.
Sinergi ini menjadi bukti konkret kolaborasi antara aparat pertahanan dan pengawasan dalam menegakkan hukum serta melindungi wilayah perairan Indonesia dari berbagai ancaman.*












